Shadow of the Tomb Raider Sekuel Lanjutan dari Game Tomb Raider Reebot

Shadow of the Tomb Raider Sekuel Lanjutan dari Game Tomb Raider Reebot

Setelah melakukan reboot dengan meluncurkan 2 game legendaris berjudul Tomb Raider (2013) dan Rise of the Tomb Raider (2016), Square Enix kembali merilis sekuel teranyar dari game tersebut yang berjudul Shadow of the Tomb Raider pada tanggal 14 September 2018 kemarin untuk perangkat berbasis Microsoft Windows, PlayStation 4 dan Xbox One.

Berbeda dengan 2 game sebelumnya yang menggunakan developer Crystal Dynamics, dalam Shadow of the Tomb Raider ini memakai hasil besutan dari Eidos Montreal. Selain itu, orang-orang di belakang layar untuk game ini juga berbeda dengan yang ikut berkecimpung di 2 game sebelumnya.

Selain itu, terdapat juga perbedaan kecil yang akhirnya menjadi pembicaraan banyak komunitas game dunia terkait dengan tidak dipakainya Crystal Dynamics dalam pembuatan Shadow of the Tomb Raider itu, yaitu wajah dari tokoh utama game itu, Lara Croft, sedikit berbeda.

Biarpun ada perbedaan kecil yang muncul dan bakal langsung diketahui oleh para pecinta game Tomb Raider ini, namun secara keseluruhan Eidos Montreal telah bekerja dengan maksimal dan hasilnya sangat memuaskan. Terbukti bahwa kualitas dari sisi visualitasnya tidak jauh berbeda dengan 2 game sebelumnya. Bahkan dari sisi pencahayaannya, dapat dikatakan game baru ini lebih unggul dari Tomb Raider dan Rise of the Tomb Raider. Pencahayan tersebut sangat bagus dan lebih terlihat nyata ketika sang tokoh utama berjalan menyusuri banyak bangunan kuno yang telah runtuh.

Perbedaan lain yang akan dapat kamu dapati ketika memainkan Shadow of the Tomb Raider ini adalah ada hub terpisah yang mana dapat kamu masuki untuk mendapatkan item-item khusus serta side mission yang memiliki reward menarik untuk dapat digunakan dalam melanjutkan misi utamanya.

Tidak hanya itu saja, kamu juga dapat memperoleh senjata-senjata yang menarik ketika memasuki sebuah merchant di sebuah kota yang tersembunyi dari dunia luar bernama Paititi yang mana menyediakan dan menjual berbagai kerpeluan, dari item-item tertentu sampai senjata. Kamu dapat membeli menggunakan uang atau juga menggukan sistem barter yang lebih sering dipakai oleh orang-orang di Paititi.

Untuk karakter utamanya sendiri, dibandingkan dengan 2 game sebelumnya, di game ini kamu sudah dapat mengontrol pergerakan Lara Croft secara penuh. Bahkan ketika digunakan berenang pun, mulai dari gaya berenang sampai dengan menahan napas dalam air juga ditambahkan dalam Shadow of the Tomb Raider ini.

Selain itu, Lara Croft juga disuntikkan beberapa kemampuan baru, seperti menuruni perbukitan atau tempat tinggi dengan menggunakan tali, mengendap-endap dan kemudian mencuri sesuatu sampai dengan menutupi diri dengan lumpur atau juga bersembunyi di balik rerumputan.

Seperti halnya di game sebelumnya, di Shadow of the Tomb Raider ini, gamer dapat membuat Lara Croft untuk berburu hewan liar, menggunakan material-material atau item tertentu yang telah dikumpulkan sebelumnya, menyelesaikan teka-teki dan menelusuri pemakanan kuni Inca yang lebih luas dari 2 game terdahulu. Bahkan, dalam Immersion Mode, gamer dapat membuat Lara Croft untuk mendengarkan percakapan dari orang-orang lokal yang memakai bahasa setempat dan lain sebagainya.

Sayangnya, walaupun ada hal baru dan menarik yang terdapat dalam Shadow of the Tomb Raider ini, namun tidak sedikit pula bug atau glitch yang muncul dan membuat game tersebut menjadi menurun ketegangan dalam memainkannya, seperti Lara Croft yang tidak dapat melompat dengan lincah dan jauh, bagian bangunan yang telah dihancurkan dapat kembali seperti semula dalam waktu cepat sampai dengan berakhir dengan menggantung alias tidak ada kejelasan apapun di akhir permainan. Walaupun begitu, cukup worth bagi kamu jika memang suka game-game action-adventure dengan third-person perspective seperti ini. So, coba mainkan dan sentuh titik akhir dari Shadow of the Tomb Raider itu.